Musisi Ditengah Pandemi

Musisi Ditengah Pandemi

Musisi Ditengah Pandemi

Sebuah Tafsir Atas Realitas

Musisi Ditengah Pandemi
Salam Budaya, Apa kabar kalian semuanya? nah ! kalian cukup familiar kan dengan salam ini, “salam budaya” adalah salam yang kerap disampaikan oleh para pegiat seni. Kali ini kita akan membahas tentang “Musisi”, tentunya tidak asing lagi terdengar ditelinga kalian kan,  ialah individu, atau kelompok yang memiliki bakat dalam musik dan menggunakannya untuk menciptakan lagu atau memainkan alat musik., juga tak jarang yang membentuk sebuah komunitas untuk tujuan tertentu.

Mereka adalah orang-orang yang memiliki passion sebagai pegiat seni, dengan berbagai macam genre, dimulai dari pop, rock, blues, hardcore, reggae, dan lain-lain. Demikian adalah gambaran secara universal tentang genre music, karena selain itu masing-masing negara atau daerah memiliki genrenya sendiri guys.

Musisi Ditengah Pandemi        
Di Indonesia sendiri memiliki genre musik asli seperti keroncong, dengan alunan suara penyanyi dan musik yang mendayu-dayu sehingga memanjakan telinga para pendengarnya seolah mengajak tidur. Maka tak jarang pula lagu-lagu nasional sering dikombinasikan dengan genre musik keroncong sebagai identitas asli dari negara.

Tau gak kalian Ages Dwi Harso ?, ia adalah seorang pegiat seni dan juga pendiri komunitas keroncong Batavia Mood dan Taman Suropati, beliau mengatakan “Awalnya musik ini berkembang dari musik Portugis, namun dalam perkembangannya keroncong sudah memasukkan unsur musik Indonesia”.

Meski diawali dari musik Portugis, namun dalam perkembangannya, musik ini diwarnai dengan nuansa musik-musik khas Indonesia. Ages mengatakan, di zaman Portugis, musik ini dimainkan dengan alat-alat musik Eropa, namun lama-kelamaan, musik keroncong ini dimainkan dengan alat musik asli Indonesia. “Alat musiknya ada gendang, siter, dan biola. Biola sering digantikan dengan alat rebab atau tarawangsa dari daerah dan sudah ada modifikasinya,” ujarnya.

Pada tahun 1996, Ages mendapat kesempatan untuk bertemu dengan musisi dari Portugis. Di sana, ia bertanya tentang asal usul musik keroncong. “Saya dan kawan-kawan main keroncong di depan mereka, lalu saya tanya, apakah ini musik mereka. Dan mereka bilang ini bukan,” katanya. “Berarti sudah terpatahkan kalau keroncong itu memang bukan musik Portugis. Ini musik Indonesia,” katanya menambahkan.

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan mudahnya setiap orang dapat mengakses berbagai informasi dari manapun saat ini, tentunya akan berdampak positif maupun negatif, tergantung bagaimana bijaksannya setiap orang menggunakan sarana iptek tersebut.

Masuk dan bertukarnya budaya berdampak pada multikulturalisme. Dalam dunia seni dan kebudayaan contohnya seni  musik sendiri. Tapi ini bukanlah menjadi sebuah masalah kok, ketika besarnya pengaruh budaya luar masuk dalam sebuah negara akan tetapi bangsanya tetap tidak meninggalkan jati dirinya. Seperti ungkapan yang dapat mimin sampaikan, “ bak pohon eropa yang ditanam ditanah jepang, meskipun pohon itu berasal dari eropa, karena jepang adalah tanahnya maka jepang tetap tidak akan kehilangan ciri khasnya”.

Membahas tentang musisi tentunya kita juga akan membahas bagaimana  kehidupan sosial dan keseharian para pegiatnya guys, karena tidak sedikit musisi yang kehidupannya jauh dari kata sukses secara financial, hanya sebagian kecil saja yang beruntung dapat sukses dalam bidang yang menjadi passionnya, hingga akhirnya mereka harus realistis dalam menjalani kehidupannya. Padahal menurut mimin mereka adalah orang-orang pilihan tuhan yang diutus kedunia untuk turut memberi warna dalam kehidupan umat manusia, dan orang-orang yang paling bahagia adalah orang yang mampu sukses secara finansial dalam Passionnya.

Demikianlah  saat ini, dimana masa pandemi, adalah saat yang paling berpengaruh terhadap kondisi perekonomian sebagian besar orang. Sehingga berdampak pula pada kondisi perekonomian bagi para pegiat seni. Dilarangnya orang-orang untuk berkerumun dalam suatu tempat, pembatasan interaksi kepada setiap orang, sementara profesi mereka adalah sebuah pertunjukan yang diperlihatkan kepada khalayak ramai menyebabkan sebagian besar untuk realistis survive dalam menjalani kehidupannya sehari-hari.

Berbagai macam peralihan profesi para pegiat seni karena keadaan yang memaksa mereka untuk lebih turut aktif dalam  menghasilkan sebuah karya untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah sebagai tulang punggung keluarga.

Dalam setiap keadaan Musisi Ditengah Pandemi selalu ada pihak yang diuntungkan dan dirugikan, sama halnya seperti dalam sebuah ungkapan bahasa latin “homo homini lupus” yang artinya bahwa manusia adalah serigala bagi manusia lainnya, ungkapan yang dicetuskannya dalam karya buku Plautus yang berjudul Asinaria.

Juraganslot merupakan salah satu situs MPO SLOT dan Judi Deposit Pulsa Terpercaya di Indonesia saat ini, dan bisa menemani anda dalam keseharian dirumah sembari membuat lagi di masa pandemi ini.

Keadaan memaksa kita untuk lebih berkreativitas dalam menghasilkan sebuah karya karena transisi zaman. Kita dituntut lebih giat dalam bekerja, berkarya, dan mencipta hal yang baru, karena itulah realita dalam kehidupan manusia, semoga kita dapat melewati masa-masa sulit ini dan tetap menjadi mahluk humanis yang peduli terhadap penderitaan manusia lainnya, sebab, “kita sedang berada dibadai yang sama akan tetapi bukan pada kapal yang sama”. Demikianlah deskripsi singkat untuk tulisan kali ini semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca, kurang dan lebih nya penulis memohon maaf.

Terima kasih.

By SLOT MPO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No widgets found. Go to Widget page and add the widget in Offcanvas Sidebar Widget Area.